Membangun kerajinan Kota Kediri

Tampilkan postingan dengan label Sosok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosok. Tampilkan semua postingan

13/04/15

Ditulis pada 13/04/15 oleh KIM ASPEKORI tag : , ,    Belum ada komentar
Tenun Ikat Bandar lagi-lagi menjadi sorotan yang istimewa di Kota Kediri. Kelompok Kerajinan yang berdiri sejak 1950 ini kapan lalu mengikuti pameran INACRAFTdi Jakarta, dan membawa kesan sendiri bagi pengrajin, khususnya Mas Eko, begitu Beliau akrab dipanggil, adalah ketua dari kelompok Tenun Ikat Bandar.


Foto Mas Eko dengan pembeli dari Jepang

Mas Eko mengaku dirinya sangat puas dengan pameran yang diadakan di Jakarta itu, selain karena penjualan yang laku 60% yang sangat membuat dirinya terkesan adalah pembeli dari Jepang. Beliau mengatakan bahwa pembeli dari Jepang membeli tenun ikatnya karena menganggap bahwa Kediri adalah bekas kerajaan tertua.

Selain dari Jepang, Tenun Ikat Bandar juga menarik banyak negara, diantaranya adalah, negara Eropa, Singapura, Malaysia, dan Abudabi. Di negara-negara tersebut Mas Eko dan kelompoknya berharap dapat mempresentasikan tenun ikat Kediri agar harga antar negara dapat stabil tidak terjadi perbedaan. Karena untuk saat ini kelompok tenun ikat milik Mas Eko masih sebagai pihak ketiga, yang artinya Mas Eko tidak tahu berapa harga standar yang ada dinegara tersebut.

Kapan lalu mas Eko mendapat pesanan dari Abudabi dalam jumlah yang besar, disusul negara Eropa.
Hal ini menunjukkan Tenun Ikat Bandar tidak perlu diragukan kwalitasnya, dan tentunya mampu bersaing dengan Kwalitas Kain tradisional dari Negara lain.





Beliau masih tampak segar bugar ketika KIM Aspekori mengunjungi kediaman beliau yang terletak di Jl Ngampel Raya No 2 Kota Kediri. Kreatifitas beliau pun tak pudar meskipun usia sudah menginjak kepala enam. Dialah Ibu Subety, pemilik usaha "Sinar Hati" sekaligus sesepuh Aspekori.

Ibu empat anak tersebut menuturkan bahwa beliau telah menggeluti "Sinar Hati" sejak tahun 1997. Beban hidup beliau semakin berat ketika suami beliau meninggal dunia pada tahun 2008. Namun beliau tidak pantang menyerah. Berkat kreatifitas yang beliau miliki, beliau berhasil menyekolahkan keempat anaknya hingga perguruan tinggi.

Di rumahnya, beliau membuat kerajinan kreatif seperti tutup gelas hias, toples hias, tudung saji hias, dll. Beliau memasarkan produknya dibawah bendera "Sinar Hati". Sampai saat ini daerah pemasaran beliau mencakup toko/supermarket di kawasan Kediri, Tulungagung, Jombang, Nganjuk, dan beberapa daerah lain sekitar Kediri.

 "Intinya kreatifitas mas. Pengrajin harus kreatif dan jeli melihat peluang jika ingin tetap eksis", kata Bu Subety ketika ditanya KIM Aspekori tentang resep usahanya. Kreatifitas Bu Subety memang tak perlu diragukan lagi. Hal ini terlihat dari banyaknya jenis kerajinan yang beliau tunjukkan saat KIM Aspekori mengunjungi kediaman beliau.

Beberapa produk andalan beliau antara lain tutup gelas hias, toples hias, tudung saji hias, tempat tisue hias, dan celemek. Harga untuk satu buah produk rata-rata dijual 50-150 ribu rupiah. Sampai saat ini beliau telah memiliki tiga orang karyawan. Berkat usaha kerajinan tersebut, beliau saat ini telah mampu membangun satu kompleks kos-kosan di samping rumahnya. (tgh/apk)

31/03/15

Ditulis pada 31/03/15 oleh KIM ASPEKORI tag : ,    Belum ada komentar

Pak Jamran, Ketua Asosiasi Pengrajin Kota Kediri, yang juga mempunyai usaha kerajinan Patung menekuni usahanya sejak tahun 2006.

Awalnya, Pak Jamran yang pernah menjadi pegawai Pemberdayaan Masyarakat ini mengawali usahanya dengan mencoba berbagai macam karya seni. Karena memang pada dasarnya beliau menyukai seni apapun. Seiring berjalannya waktu, pemilik usaha “Luku Bintang” ini terkenal sebagai seorang pengusaha kerajinan patung. Alasan beliau dijuluki sebagai pengrajin patung adalah dari berbagai macam produk kerajinan yang dihasilkannya, produk yang laku keras adalah cinderamata patung, plakat, piala yang berbahan baku dari fiberglass logam dengan sedikit unsur kayu, serta pembuatan patung besar atau monumen.

Walaupun demikian, patung bukanlah karya satu-satunya yang beliau hasilkan. Di rumahnya, di kawasan Perumahan Wilis 2 Kota Kediri, beliau juga menerima beberapa pesanan karya seni lainnya seperti desain interior atau dekorasi sebuah acara. Untuk patung, pemesannya banyak yang dari luar Kota Kediri, seperti Surabaya, Blitar dan bahkan sampai Jakarta.

Patung yang dibuat Pak Jamran kebanyakan berbahan dasar Fiber, namun juga menerima permintaan patung berbahan dasar logam dan kayu. Kerajinan Fiber termasuk kerajinan yang langka, karena dari seluruh Nusantara yang menekuni kerajinan Fiber hanya ada beberapa pengrajin, yaitu Bandung, Jakarta, dan Kediri.

Pak Jamran mengaku pesaing-pesaingnya telah menggunakan teknologi yang terbaru dalam bahan, namun Pak Jamran memiliki kelebihan dalam hal detail dibanding dengan pesaingnya yang menggunakan teknologi yang terbaru. Rata-rata penjualan Pak Jamran adalah 300-400 unit per bulan, sedangakan tiap unit rata-rata seharga 40.000,-.

Nah adakah dari Anda yang juga ingin menekuni usaha patung seperti Pak Jamran?






CV. Luku Bintang
Perum. Wilis indah 2 Blok G Raya no. 8 Kota Kediri
Jamran 08125984562 / 0354 7080710